Kehampaan di jiwaku menerpa bagai angin yang membisu di sepanjang keping hatiku yang penuh kepedihan yang menerpa jiwa dan kalbuku. Jika ketika berjalan di sepanjang keheningan malam yang membutakan mata batinku, jiwa yang kosong dan hampa menerpa sanubari ketika sukma menerpa kemapaan. Jika lonceng jiwa tak berjiwa lagi keheningan jiwaku semakin membeku. Membelai jiwa yang rapuh akibat kekecewaan yang mendalam.